/ Ruang Tengah

Gue; Gendut, dan Body Shaming

halo, sudah lama gak ngisi blog ya..

hari kamis kemarin, gue datang ke acara JVM User Group Meetup yang bertempat di kantornya GoJek, temanya adalah Kotlin. tau Kotlin? kalau gak tau, abaikan saja..

gue post foto ini di facebook, what i got? likes dan beberapa komentar yang yah.. nyinyirin bentuk tubuh, sih..

ada satu teman yang komentar seperti ini :

Ati2 far, jangan lari nanti gempa. Hahaha

dan gue reply dengan ini :

Hahhaha, saya kan memang ada cacat kaki, mz. Gabisa lari aih mznya

dan teman tersebut meminta maaf, enteng ya? lha iya wong tinggal ngetik minta maaf sudah beres. lalu anggap tak terjadi apa2

gak terjadi apa-apa ndasmu!

pernah kepikiran gak bagaimana keadaan psikisnya?

begini, tidak semua orang dapat menerima candaan seperti itu. I mean, siapa yang gak mau punya tubuh langsing bak model bahkan Cleopatra? percayalah, semua wanita yang memiliki tubuh yang sedikit ekstra bahkan yang tubuhnya sudah langsing saja pasti pernah memiliki keinginan seperti itu. termasuk gue sendiri. ketika ada seseorang membuat candaan seperti diatas, apa kalian semua tau apa yang dirasakannya? mungkin yang keliatan diluar adalah mereka bahkan gue hanya bisa tertawa dan senyum nyengir gak jelas. tapi didalam lubuk hati kami yang memiliki ukuran tubuh yang sedikit besar ini, kami merasa ingin mati saja. apa yang enak diliat dari kami ini? selain fisik yang dikata 11-12 dengan badut sirkus, susah untuk bergerak luwes, sedikit melakukan aktivitas ini dan itu sudah merasa lelah. apa kalian pikir kami ini tidak ada keinginan dan usaha untuk menurunkan bobot tubuh ini?

gak ada yang tahu kan?

ketika seseorang melakukan body shaming, orang yang memiliki ukuran tubuh yang berbeda ini akan mengalami kemunduran atas kepercayaan dirinya sendiri. jika sudah seperti ini, biasanya mereka hanya mampu menangis dan mengurung dirinya dalam kamar, semua percaya diri yang dia kumpulkan sirna seketika. bahkan tak jarang berakhir dengan bunuh diri. entah dia minum sianida, racun tikus, lompat dari gedung. dan masih banyak lagi.

gue memilih untuk mentertawakan semua kekurangan, walaupun berakhir dengan nangis juga. hehehe..

tapi, apa gunanya meledek bentuk fisik orang lain? kamu tidak digaji karena meledek fisik orang lain. mungkin hanya sebatas membandingkan diri sendiri.

jadi kutanyakan padamu, sisi positif body shaming sebelah mana sehingga kamu tak dapat mengontrol jari dan mulutmu itu?

Gue; Gendut, dan Body Shaming
Share this

Subscribe to Farah Clara