/ Ruang Tengah

Putus Cinta, Video Porno Bertindak

Judulnya gak enak banget ya?

Ya, baru beberapa hari ini netizen Indonesia dipersatukan dihebohkan dengan video syur milik salah satu alumni SMA di salah satu ibukota provinsi. Dimana, dalam video itu terdapat adegan suami istri dan pemerannya bukanlah suami istri melainkan statusnya masih pacaran. Miris, ya? Video itu menyebar cepat kurang dari 24 jam dan sempat seliweran di grup Telegram, WhatsApp dan Facebook.

Kalau dipikir, aslinya mau buat "dokumentasi" seperti itu gak masalah kok. Asal pinter nyimpannya aja, dan digunakan untuk hal yang tepat. Bukan disalah gunakan seperti disebar, blackmail dan lainnya. Dan hanya diperuntukkan untuk pasangan yang sudah sah.

Mari kita berpikir sejenak, apa sih faedahnya?

apakah untuk dijadikan kenang-kenangan?

apakah untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran?

apakah sebagai ajang pamer antar sahabat bahwa dia gaul?

apakah ini salah satu tanda relationship goals anak zaman now?

Patokan untuk kata relationship goals ini memang tak ada yang jelas, namun jika hal ini adalah salah satu patokan relationship goals tentu amat disayangkan. Mereka yang tidak mampu untuk membuka jendela pikirannya maka akan terus berpikir bahwa ini adalah salah satu bentuk relationship goals, atau bisa jadi mereka berpikir inilah yang menjadi lifestyle mereka; membuat konten panas. Lalu, ketika ada cekcok sehingga berpisah adalah jalan terakhir dan ada salah satu pihak yang tidak bisa melepasnya begitu saja, lantas menyebarkan apa yang dilakukan bersama dulu. Itu menyakitkan, itu merusak.

Dinamika putus cinta bagi anak millenial bukanlah dengan pergi ke mbah dukun lalu berakhir santet dan keluarganya, melainkan dengan menyebar konten panas homemade.

Ah sudahlah..

kalian menyedihkan..